/

Minggu, 05 Februari 2012

JENIS - JENIS TEXT DALAM BAHASA INGGRIS

Description Text

An elephant is the largest and strongest of all animals. It is a strange looking animal with its thick legs, huge sides and backs, large hanging ears, a small tail, little eyes, long white tusks and above all it has a long nose, the trunk.

The trunk is the elephant’s peculiar feature, and it has various uses. The elephant draw up water by its trunk and can squirt it all over its body like a shower bath. It can also lift leaves and puts them into its mouth. In fact the trunk serves the elephant as long arm and hand. An elephant looks very clumsy an heavy and yet it can move very quickly. 

The elephant is very intelligent animal. Its intelligence combined with its great strength makes it a very useful servant to man and it can be trained to serve in various ways such as carry heavy loads, hunt  for tigers and even fight.
 
Report Text
MANGROVE TREES

A mangrove is a tropical marine tree or shrub of the genus Rhizhopora. Mangroves have a special aerial roots and salt-filtering tap roots that enable them to thrive in brackish water (brackish water is salty, but not as salty as sea water).

There are several species of mangroves trees found all over the world. Some prefer more salinity, while others like to be very close to a large fresh water source (such as a river). Some prefer areas that are sheltered  from waves. Some species have their roots covered with sea water every day during high tide. Other species grow on dry land, but are still part of the ecosystem.

Mangroves need to keep their trunk and leaves above the surface of the water. Yet they also need to be firmly attached to the ground so they are not moved by waves. There are three types of mangrove roots that play an important role for it :
1)         Support roots which directly pierce the soil.
2)   Level-growing roots which twist upwards and downwards, with the upward twist     emerging on the water surface.
3)        Level-growing roots whose downward twist (sub-roots) appear on the water surface.

Any part of a root that appears above the water flow oxygen to the plant under water surface. As the soil begins to build up, these roots produce additional roots that become embedded in the soil.

Procedur Text

The following steps tell how to wash the clothes using a washing machine. First, separate the colored clothes from the others. Then, put them in the washing machine, turn the machine on, set it to the wash selection and pour the detergent powder in. next, wait for the tub to fill with water. After the process of washing has finished, let the clothes drain through the drain hose. After that, see the knob of the wash timer again, this time to rinse for three minutes. Do this twice for a good rinsing. Finally, put the wet clothes into the spin compartment, set the knob and wait until the processing shuts off. Now, you are ready to put the clothes on the line.

Narrative Text
One upon a time, a rabbit wanted to cross a river but he could not swim. He had an idea. He saw a boss of a crocodile swimming in the river. The rabbit asked the boss of crocodile, “how many crocodiles are there in the river?” the boss of the crocodile answered, “we are twenty here”. “where are they?” the rabbit asked for the second time. “what is it for?” the boss of crocodile asked.

“all of you are good. Nice, gentle and kind, so I want make a line in order. Later I will know how kind you are”, said the rabbit. Then, the boss of crocodile called all friends and asked them to make a line in order from one side to the order from one side to the order side of the river. Just then, the rabbit started to count while jumping from one crocodile to another; one… two… three… four… until twenty, and finally, he thanked all crocodiles because he had crossed river.

Recount Text

Last week I took my five-year old son, Willy, to a musical instrument store in my hometown. I wanted to buy him a set of junior drum because his drum teacher advised me to buy him one. Willy likes listening to music very much. He also likes asking me everything he wants to know. Even his question some times seem precocious for a boy of his age. He is very inquisitive.

We went there by car. On the way, we saw a policeman standing near a traffic light regulating the passing cars and other vehicles. He blew his whistle now and then.

Seeing the policeman blowing his whistle, Willy asked me at once, “Dad, why is the policeman using a whistle, not a drum?”

Hearing his unexpected question I answered reluctantly, “because he is not Phil Collins!”.

HIKAYAT PANJI SEMIRANG

Alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang raja di Tanah Jawa yang merupakan empat bersaudara. Yang tua menjadi raja di Kuripan, yang muda menjadi raja di Daha, yang tengah menjadi raja di Gegelang, dan yang bungsu menjadi raja di Singasari. Empat orang bersaudara itu sangat menyayangi satu sama lain. Negeri tempat mereka tinggal sangat ramai dan termasyur. Banyak pedagang asing yang masuk untuk berniaga di dalam negeri itu. 

Raja Daha mempunyai dua orang putri. Dengan permaisurinya ia berputtra seorang bernama Galuh Candra Kirana, seorang putri yang cantik, dan lemah-lembut tutur katanya membuat orang tertarik kepadanya. Seorang putri lagi bernama Galuh Ajeng, keturunan yang diperoleh atas perkawinan dengan selirnya bernama Paduka Liku. Tabiat Galuh Ajeng tidak baik dan selalu iri hati terhadap kakak tirinya, Galuh Candra Kirana. Dayang-dayang dan orang-orang istana tidak senang kepadanya.


Baginda raja mempunyai beberapa orang saudara. Seorang menjadi raja di Kahuripan dan seorang menjadi raja Gagelang, seorang lagi wanita, menjadi pertapa di Gunung Wilis dengan gelar Gandasan.  Raja Kahuripan mempunyai seorang putra yang tampan dan baik perangainya, bernama Raden Inu Kertapati. Raja Kahuripan ingin supaya putranya menikah dengan putri layaknya sebagai menantu raja. Pilihan jatuh kepada putrid saudaranya yang cantik, yaitu Galuh Candra Kirana. 


Dikirimlah utusan ke Daha untuk meminang, dan dengan, senang hati raja dan rakyat menerima pinangan itu. Paduka Liku sajalah yang tidak senang. Timbul maksud jahatnya menyingkirkan permaisuri serta Galuh Candra Kirana, agar ia dapat menggantikan kedudukan sebagai permaisuri dan galuh Ajeng dapat dijodohkan dengan Raden Inu Kertapati.


Pada suatu hari dibuat tapai beracun dan disuruhnya seorang dayang memberikan tapai itu kepada permaisuri. Permaisuri senang hati menerimanya, karena baru pertama kali itu Paduka Liku mengirimkan makanan untuk dia. Selain itu Paduka Liku menyuruh adiknya minta azimat (guna-guna) kepada seorang petapa sakti, agar raja sayang kepadanya.
 
­­­­­­­­­­­
Ketika sedang duduk santai pada sore, permaisuri teringat kepada tapai pemberian Paduka Liku. Disuruhnya seorang dayang mengambil tapai itu. Baru saja tapai dimakan, tiba-tiba badan permaisuri kejang, mata terbelalak dan mulutnya berbusa. Dayang-dayang menjadi panik, menangis dan Candra Kirana menjerit ketika melihat ibunya dalam keadaan demikian. 


Demikian pula Mahadewi, selir baginda satu lagi sangat merasa sedih atas kematian permaisuri. Tergopoh-gopoh baginda datang dan sangat marah kepada Paduka Liku atas bencana yang ditimbulkannya. Namun setelah berhadapan dengan Paduka Liku, baginda berubah sikap menjadi tenang dan tetap ramah kepadanya.

Kabar tentang wafatnya permaisuri Daha sampai ke Kahuripan. Baginda raja Kahuripan merasa kasihan kepada Candra Kirana atas nasibnya itu. Untuk menghiburnya Baginda ingin mengirimkan bingkisan kepada calon menantunya. Raden Inu Kertapati disuruh membuat dua buah boneka. Satu dari emas dan satu lagi dari perak. Boneka Emas dibungkus dengan kain biasa, dan boneka perak dibungkus dengan sutera yang indah. Setelah bingkisan tiba di Daha, Baginda menyuruh Galuh Ajeng memilih lebih dahulu. Karena tamaknya diambilnya bungkusan sutera dan yang berbungkus jelek diberikan kepada Candra Kirana.


Betapa gembira Candra Kirana setelah membuka bungkusan ternyata yang didapatkannya adalah boneka emas yang berkilau-kilauan. Ditimang-timangnya boneka itu dan selalu dibawanya ke mana ia pergi. Akhirnya Galuh Ajeng mengetahui bahwa boneka kakaknya jauh lebih bagus dan ia ingin memilikinya. Atas bujukan Paduka Liku, Baginda menyuruh Candra Kirana agar menukarkan boneka itu dengan boneka Galuh Ajeng. Karena Candra Kirana tidak mau menyerahkan bonekanya, Baginda menjadi marah. Candra Kirana diusir dan terhuyung-huyung dituntun Mahadewi ke peraduannya, bersama para dayang dan pengasuh.


 Keesokan harinya, menjelang subuh Candra Kirana dan pengiring-pengiringnya meninggalkan istana pergi tanpa tujuan. Di perbatasan antara Daha dan Kahuripan, menetaplah mereka, membangun kerajaan kecil dan dengan persetujuan dayang-dayang dialah yang menjadi rajanya. Untuk itu mereka harus menyamar sebagai pria dan ia sendiri mengganti nama dengan Panji Semirang. Untuk memperkuat kerajaan mereka melakukan perampokan dan memaksa semua orang yang ditahan menetap di tempat itu. Dengan demikian rakyat makin bertambah dan kerajaan makin kuat.

Berita tentang kerajaan Panji Semirang sampailah ke Kahuripan. Pada waktu utusan raja Kahuripan membawa barang-barang dan uang emas kawin untuk meminang Galuh Candra Kirana, mereka dicegat dan dirampok tentara Panji Semirang. Barang rampasan dan uang hanya akan dikembalikan apabila Raden Inu Kertapati datang menghadap Panji
Semirang.


Betapa heran dan takjub Raden Inu Kertapati memandang Panji Semirang, seorang raja yang menarik, simpatik, cantik, dan suaranya lembut merdu. Diadakanlah jamuan di istana Panji Semirang untuk menyambut kedatangan Raden Inu Kertapati. Keesokan harinya, setelah semua barang dan uang dikembalikan, berangkatlah Raden Inu Kertapati beserta rombongan meneruskan perjalanan ke Daha menyerahkan uang jujuran (mas kawin) kepada raja Daha.


Betapa sedih hati Panji Semirang memikirkan kekasihnya akan melangsungkan pernikahan dengan Galuh Ajeng di Daha. Karena itu ia memutuskan hendak pergi menjumpai bibinya, Biku Gandasari, di Gunung Wilis dengan berpakaian wanita, untuk minta nasihat. Biku Gandasari sangat terharu mendengar cerita dan derita kemenakannya itu. la menganjurkan supaya Candra Kirana pergi ke Gagelang ke tempat pamannya. Karena itu kembali Candra Kirana dan rombongan berpakaian laki-laki dan menyamar sebagai pemain gambuh (pengamen) dengan nama Gambuh Warga Asmara. Mereka berkeliling dari kota ke kota sambil ngamen. Sampailah ke Gagelang. Semua orang menyenangi permainan Gambuh Warga Asmara.

               Sejak hari pertama pernikahan Raden Inu Kertapati dengan Galuh Ajeng, ia menjadi pendiam, sedih hati, karena diketahuinya bahwa istrinya itu bukanlah Galuh Candra Kirana. Ia merasa tertipu oleh Paduka Liku. Betapa ingin hatinya berjumpa dengan Candra Kirana kekasihnya yang dicintainya. Untuk menghibur hatinya ia memutuskan berangkat ke kerajaan pamannya di Gagelang. Para pengiringnya mengatakan bahwa di Gagelang ada rombongan pemain gambuh yang baik penampilannya. Usul itu dipenuhi karena memang Raden Inu merasa ingin hiburan.


Betapa menarik dan mengharukan permainan gambuh itu dan Inu Kertapati curiga melihat gerak-gerik para pemain gambuh yang luwes bagai wanita. Bahkan ia merasa telah pernah melihat wajah-wajah mereka. Karena hari telah larut malam, maka rombongan itu disuruh menginap di dalam kraton di puri pesantren. Di tempat peristirahatannya Candra Kirana mengenakan pakaian wanita karena rindu kepada kekasihnya, ditimang-timangnya boneka emasnya sambil menyanyikan lagu yang merawankan hati.


Raden Inu Ketapati ingin sekali mengetahui anggota Gambuh Warga Asmara yang sebenamya, dengan mengintip di tempat peristirahatan mereka. Alangkah terkejutnya ia setelah melihat seorang putri menimang-nimang boneka emas yang pemah diberikannya kepada Candra Kirana. Tanpa ragu lagi ia memastikan bahwa sebenamya wanita itulah Candra Kirana yang sedang dicarinya. Dengan hati yang tak sabar lagi pintu kamar dibukanya dan bertemulah keduanya melepaskan rasa rindu, kasih, dan mesra yang telah lama terpendam.

Candra Kirana dibawanya ke istana Kahuripan dan menyampaikan kepada Baginda apa sebenamya yang telah terjadi. Candra Kirana minta maaf atas kekeliruan yang telah diperbuatnya. Disiapkanlah segala sesuatu untuk upacara pernikahan resmi antara Raden Inu Kertapati dengan Galuh Candra Kirana.


Paduka Liku menjadi kecut hatinya tatkala mendengar berita itu. Raja Daha pun tak mau memperhatikannya lagi. Ia menyuruh adiknya untuk minta guna-guna kepada pertapa yang pernah diminta pertolongannya dahulu. Tetapi sayang di tengah perjalanan adiknya itu disambar petir dan meninggal dunia. Paduka Liku putus asa lalu bunuh diri.

 

Jumat, 16 Desember 2011

KIM HYUNG-SOO "LEE WAN"

Ngepost lagi neh ! 
Akhir-akhir ini gue lagi gila-gilanya sama korea, mulai dramanya, aktris and aktor-aktornya. Tentu kalian tau donk sama drama korea yang judulnya "Tree of Heaven",, itu lho drama yang amat sedih bgtz. Ceritanya tentang kisah cinta adik and kakak tiri geto #cukup,, heheh.

Pemeran utama dalam drama itu namanya Hana (adiknya) and Yunxi (kakaknya). Nah, tau donk capa yang punya wajah pada foto disamping. Itu dia namanya Kim Hyung-soo atau lebih dikenal dengan Lee Wan. 
Lee Wan berperan sebagai Yunxi, Yunxi oppa. Gila, tampan bgtz !! gara-gara nonton drama itu gue jadi kesemsem *cielah* cama Lee Wan. *ya iyalah, cuakep bgtz.

Tau gag sech, selama gue nonton drama kerjaanku nangis terus, sedih bgtz soalnya. Padahal ada 3 disc, tapi nda nyampe 2 hari gue nontonnya, saking penasaran saama ceritanya. 
Pokoknya yang gag nangis jika dia nonton Tree of Heaven, hmm harus dicurigai tu orang. ckckck :-D

Lama-lama demen, nah gue cari tau dach profilnya Oppa ku *Lee Wan*,, hehehe. Ternyata saudara-saudara, dia adalah adik kandung dari Kim Tae Hee yang disebut-sebut sebagai pacar paling ideal di Korea.  Waoooww,, bener-bener bikin gue ngangak. Kakak and adik yang cuakep cuakep. *iri*, hehehe


Waktu nonton Tree of Heaven, seneng bgtz waktu Hena bilang "Oppa, sarangheyo", gimana geto rasanya. Tapi tau gag sech, jika gue ada diposisi Hena, gue bakalan nerima cintanya Oppa Yunxi, Sii Hena-nya ajah yang munafik, cinta tapi gag mau bilang *nyebelin*. Walau Lee Wan kakak kandung gue sekalipun, gue bakalan mau jadi pacarnya. hahaha *ngareepp. Tapi ending dari drama itu membuat gue nggak percaya, gile bad ending. Masa Yunxi nya meninggal, uuughhh !! :-(

Nggak suka pokoknya sama endingnya. Nach sekarang lagi nyari drama koreanya Lee Wan yang lain tapi happy ending. Siapa yang punya boleh donk gue minta, hihihihi
Dan sekarang aku sangat berharap bisa ketemu sama Lee Wan. Walau hanya sebentar saja, gak apa apa kok. T.T

Seandainya saja ada orang yang sangat baik hati yang mau membayai perjalanan gue ke Korea Selatan, waahh gue akan benar-benar berterima kasih dech ma to orang. Gue jadikan pahlawan dalam idup gue.. Hihihi *ya ampun ngayalnya luar biasa..
 

Kamis, 10 November 2011

PENJUALAN ORGAN GINJAL

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Ginjal adalah salah satu organ penting dalam tubuh. Kita memiliki sepasang ginjal. Bentuknya seperti biji kacang, berukuran 11 x 6 x 3 cm dan melekat pada dinding belakang rongga perut. Pada orang dewasa, berat ginjal adalah antara 120-170 gram.
Berukuran kecil namun berperan sangat besar. Karena itu sudah seharusnya kita berusaha untuk menjaga kesehatan organ yang satu ini. Sayangnya, tak banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan ginjal.
Ginjal adalah organ utama dalam sistem ekskresi pada manusia. Ekskresi berarti pengeluaran zat buangan atau zat sisa hasil metabolisme yang berlangsung dalam tubuh mahkluk hidup. Ginjal mengeluarkan urea, kelebihan air, dan material sampah lainnya dalam bentuk urin. Ginjal berukuran lebih kurang seukuran dengan kepalan tangan kita. Ukuran ginjal memang kecil, tetapi mempunyai fungsi dan efektivitas kerja yang sangat mengagumkan. Oleh sebab itu, apabila salah satu dari organ ini tidak berfungsi secara normal maka akan dapat berakibat fatal. Ketidaknormalan fungsi ginjal disebut dengan penyakit gagal ginjal. Gagal ginjal dapat diatasi dengan dialisis. Kita lebih mengenalnya sebagai proses cuci darah. Jika kerusakan ginjal sangat parah, dapat dilakukan transplantasi ginjal yang baru. Transplantasi disebut juga dengan pencangkokan ginjal. Pencangkokan ginjal tentu saja membutuhkan organ ginjal dari individu lain. Akibat dari transplantasi ginjal menimbulkan modus jual-beli organ ginjal.

B.           Rumusan Masalah
1.         Apa yang menyebabkan adanya penjualan organ ginjal ?
2.         Bagaimanakah mengenai jual beli organ ginjal dalam aspek biologis, sosiologis, agama dan etika kedokteran/keperawatan ?
3.         Bagaimanakah dampak dari transplantasi ginjal bagi pendonor dan resipien ?

C.            Tujuan
1.         Untuk memberikan informasi mengenai penjualan organ ginjal.
2.     Untuk mengidentifikasi mengenai penjualan organ ginjal jika dikaitkan dengan bidang agama, sosiologis, biologis dan etika kedokteran/keperawatan.
3.         Untuk mengetahui dampak dari transplantasi ginjal bagi pendonor dan resipien.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Motif Adanya Penjualan Organ Ginjal
Adanya penjualan organ tubuh misalnya ginjal, diakibatkan karena kerusakan yang sangat parah dari ginjal seseorang sehingga mengharuskan untuk melakukan transplantasi ginjal. Transplantasi ginjal tentu saja membutuhkan organ ginjal dari individu lain. Di berbagai Negara di dunia, diperkirakan bahwa jutaan orang mengantri untuk mendapatkan transplantasi organ tubuh, seperti ginjal. Di Indonesia, diperkirakan ada 70.000 penderita gagal ginjal kronis yang membutuhkan cangkok ginjal. Jumlah pasien itu tak sebanding dengan jumlah donor yang merelakan organnya dipakai orang lain setelah sang donor meninggal. Penduduk yang paling banyak bersedia menjadi donor ada di negara-negara Eropa, yang rata-rata 12% penduduknya memiliki kartu donor. Tampaknya jumlah permintaan organ tubuh dibandingkan dengan jumlah pasien inilah yang kemudian menyuburkan praktik jual beli organ ginjal. Bahkan praktik jual beli organ ginjal secara illegal. Modus jual-beli organ tubuh manusia itu sangat beragam. Ada yang menjual organ tubuh lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Banyak pula yang dilakukan dengan cara menipu sang donor. Bahkan ditengarai ada kasus pembunuhan dengan tujuan mengambil organ tubuh korban, kemudian dijual.

B.      Jual  Beli Organ Tubuh Dalam Perspektif Berbagai Bidang atau Aspek
Transplantasi ginjal adalah suatu metode terapi dengan cara "memanfaatkan" sebuah ginjal sehat (yang diperoleh melalui proses pendonoran) melalui prosedur pembedahan. Ginjal sehat dapat berasal dari individu yang masih hidup (donor hidup) atau yang baru saja meninggal (donor kadaver). Ginjal ‘cangkokan’ ini selanjutnya akan mengambil alih fungsi kedua ginjal yang sudah rusak. Jika melakukan transplantasi ginjal tentu saja akan ada dampaknya. Mengenai dampaknya, pendonoran ginjal oleh orang lain merupakan langkah terakhir yang dilakukan karena sebaiknya transplantasi ginjal atau pendonoran ginjal diambil dari keluarga dekat seperti orangtua, kembaran, kakak atau adik atau kerabat.
Sebab akan berakibat dalam aspek biologisnya. Bagi resipiennya dapat mengobati penyakit ginjalnya apabila ginjal dari pendonor cocok. Biasanya didalam tubuh, ginjal donor akan dikenali sebagai benda asing bagi tubuh sehingga tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan apa yg dikenalinya sebgai benda asing. Untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan ini, pasien perlu mengonsumsi obat-obat anti-rejeksi atau imunosupresan segera sesudah menjalani transplantasi ginjal. Obat-obat imunosupresan bekerja dengan jalan menekan sistem imun tubuh sehingga mengurangi risiko terjadinya reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal cangkokan. Obat imunosupresan dapat membuat sistem imun (daya tahan tubuh terhadap penyakit) menjadi lemah sehingga mudah terkena infeksi. Efek samping lainnya dari imunosupresan: wajah menjadi bulat, berjerawat, atau tumbuh bulu-bulu halus pada wajah, juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan.
Ginjal donor juga cenderung lebih sehat daripada orang rata-rata, mampu mentolerir operasi dengan baik dan kembali ke gaya hidup sehat. Potensi donor diskrining untuk tekanan darah tinggi dan diabetes, dua penyebab utama penyakit ginjal.
Selain berdampak pada resipiennya, adapula bagi pendonor yaitu kurangnya fungsi ginjal akibat hanya ada satu ginjal. Jika ginjal yang tinggal satu-satunya rusak, maka sudah tidak ada lagi ginjal yang dapat menggantikan fungsinya. Tidak seperti orang-orang yang memiliki dua buah ginjal, jika ginjal yang kiri rusak maka akan dialihfungsikan oleh ginjal yang kanan.
Selain dalam aspek biologisnya, juga jika dikaitkan dengan aspek agama Islam bahwa jual beli organ tubuh misalnya ginjal Islam melarangnya. Dengan kata lain jual beli organ tubuh manusia adalah haram. Akan tetapi memberikan organ tubuh pada orang lain itu menjadi boleh dan halal bila di dasarkan atas niat yang ikhlas tidak mengharapkan imbalan apapun juga. Maka hal tersebut diperbolehkan oleh syariat Islam. Jika dipandang dari segi agama Kristen, Di alkitab tidak dituliskan mengenai mendonorkan organ tubuh, selama niatnya tulus dan tujuannya kebaikan itu boleh-boleh saja terutama untuk membantu kelangsungan hidup suatu nyawa (nyawa orang yang membutuhkan donor organ) bukan karena mendonorkan untuk mendapatkan imbalan berupa materi, uang untuk si pendonor organ. Akan lebih baik lagi bila si pendonor sudah mati dari pada saat si pendonor belum mati karena saat kita masih hidup organ tubuh itu bagaimanapun penting, sedangkan saat kita sudah mati kita tidak membutuhkan organ tubuh jasmani kita.
Dalam sosiologis, bagi para resipien mereka akan merasa memiliki hidup yang baru.  Bagi para pendonornya, mereka akan hidup dengan satu ginjal.
Jika ditinjau dari segi etika keperawatan/kedokteran, transplantasi organ akan menjadi suatu hal yang salah jika dilakukan secara illegal. Hal ini menilik pada kode etik keperawatan, Pokok etik 4 pasal 2 yang mengatur tentang hubungan perawat dengan teman sejawat. Pokok etik tersebut berbunyi “Perawat bertindak melindungi klien dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan illegal ”.
Seorang perawat dalam menjalankan profesinya juga diwajibkan untuk tetap mengingat tentang prinsip-prinsip etik, antara lain :
a.   Otonomi (Autonomy)
Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Jika dikaitkan dengan kasus transplantasi organ maka hal yang menjadi pertimbangan adalah seseoranhg melakukan transplantasi tersebut tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dan tentu saja pasien diyakinkan bahwa keputusan yang diambilnya adalah keputusan yang telah dipertimbangkan secara matang.
b.      Berbuat baik (Beneficience)
Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi.
c.       Keadilan (Justice)
Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.
d.      Tidak merugikan (Nonmaleficience)
Prinsip ini berarti dalam pelaksanaan transplantasi organ, harus diupayakan semaksimal mungkin bahwa praktek yang dilaksanakan tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.
e.   e.   Kejujuran (Veracity)

Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Walaupun demikian, terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab individu memiliki otonomi, mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya. 
 f.  Menepati janji (Fidelity)

Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan, menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan.

Pada saat ini, dunia kedokteran di Indonesia telah memasuki tekhnologi yang lebih tinggi. Tranplantasi organ yang dahulu hanya dilakukan di rumah sakit  luar negeri, untuk saat ini telah dapat dilakukan di Indonesia misalnya transplantasi kornea, ginjal, dan sumsum tulang. Pelaksaanaan transplantasi organ di Indonesia diatur dalam peraturan pemerintah No 18 tahun 1981, tentang bedah mayat anatomis/transplamtasi alat atau jaringan tubuh, merupakan pemindahan alat/jaringan tubuh yang masih mempunyai daya hidup sehat untuk menggantikan alat/jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.
Dari prinsip-prinsip dalam etika keperawatan/kedokteran diatas, berarti harus diperhatikan benar bahwa dalam memutuskan untuk melakukan transplantasi organ harus disertai pertimbangan yang matang dan tidak ada paksaan dari pihak manapun, adil bagi pihak pendonor maupun resipien, tidak meruguikan pihak manapun serta berorientasi pada kemanusiaan.
Selain itu dalam praktek transplantasi organ juga tidak boleh melanggar nilai-nilai dalam praktek perawat professional. Sebagai contoh nilai tersebut adalah, keyakinan bahwa setiap individu adalah mulia dan berharga. Jika seorang perawat menjunjung tinggi nilai tersebut dalam prakteknya, niscaya seorang perawat tidak akan begitu mudah membantu melaksanakan praktek transplantasi organ hanya dengan motivasi komersiil.

BAB III

KESIMPULAN

A.       Kesimpulan

       Jika salah satu ataupun kedua ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik, maka akan mengalami gagal ginjal. Oleh sebab itu, harus melakukan pencucian darah. Namun, jika kerusakan sudah terlalu parah, harus melakukan transplantasi ginjal yang diambil dari individu lain baik yang sudah meninggal ataupun yang masih hidup yang dirasa ginjalnya cocok dengan penderita.  Menggunakan ginjal orang lain pasti tidak seperti menggunakan ginjal sendiri. Karena pasti ada dampak bagi pendonor ataupun resipien.

Dilihat dari segi etika kedokteran, bahwa tindakan transplantasi ginjal tidak menyalahi semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan YME, asalkan penentuan saat mati dan penyelenggaran jenazah terjamin dan tidak terjadi penyalahgunaan (Est Tansil, 1991). Sedangkan jika diambil dari orang yang masih hidup, asalkan organnya cocok dan pemiliknya ikhlas untuk mendonorkan organnya. Jadi, transplantasi ginjal itu boleh dilakukan jika ginjal dari pendonor itu cocok dengan penderita dan tidak dilakukan secara illegal.

B.       Saran

Ginjal adalah salah satu organ penting dalam tubuh. Kita memiliki sepasang ginjal. Bentuknya seperti biji kacang. Walau berukuran ginjal, namun memiliki fungsi yang sangat besar. Karena itu sudah seharusnya kita berusaha untuk menjaga kesehatan organ yang satu ini. Sayangnya, tak banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Sebaliknya dalam kehidupan sehari-hari, perhatian kita lebih banyak tercurah kepada hal-hal yang lain. Kita yang memiliki mobil misalnya, sering memeriksa kondisi radiator, atau air aki. Mungkin setiap minggu, atau setiap pagi. Sebaliknya, berapa kali dalam setahun kita memeriksakan fungsi ginjal di laboratorium? Mungkin sekali dalam 5 tahun, bahkan belum pernah. Padahal ginjal bekerja sepanjang hari selama kita hidup, sedangkan mobil tentu tidak digunakan sepanjang hari.

 Fungsi ginjal adalah menyaring dan membersihkan darah, membuang zat-zat yang tidak berguna dan menyerap kembali zat-zat dan air yang masih bermanfaat bagi tubuh. Menyimak aneka fungsi ginjal ini, maka bisa disimpulkan bahwa jika terjadi penyakit atau gangguan pada ginjal maka hal itu akan berpengaruh pada berbagai sistem tubuh yang lain. Penyakit ginjal sangat beragam, seperti peradangan ginjal, infeksi ginjal, penyakit ginjal obstruktif, tumor ginjal, keracunan obat-obatan, dan penyakit ginjal bawaan. Selain itu penyakit ginjal juga bisa merupakan akibat dari suatu penyakit lain misalnya diabetes mellitus. Semua penyakit ginjal tersebut bila tak diobati atau ditangani secara memadai bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal, dan pada akhirnya mengarah pada terjadinya gagal ginjal. Jika sudah terkena Gagal ginjal, maka harus melakukan cuci darah sepanjang hidup dan memerlukan biaya yang sangat banyak dan mahal atau bahkan melakukan transplantasi ginjal. Karena transplantasi ginjal dirasa lebih murah dal hal biaya jika dibandingkan dengan dialysis atau cuci darah. Oleh sebab itu, jagalah kesehatan ginjal kita.